Categories News

Pengakuan Tersangka Penganiayaan Terhadap Bayi Gio, Dapatkan Bisikan Gaib

 

 

Tersangka pembunuhan dan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri, Panji Ardi Saputro (34) yang membanting anaknya sampai meninggal dunia di Jalan Ploso Timur VI A, Surabaya Jawa Timur. Tersangka Panji ternyata mengalami gangguan jiwa yang kronis. Hal tersebut disampaikan oleh  Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan.

“Jadi tersangka ini dari hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur ternyata mengalami gangguan kejiwaan yang dinamakan psikotik akut dimana cirinya ditandai dengan ketidakmampuan individu menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham, atau perilaku kacau aneh,” ungkap Rudi, Rabu, 10 Januari 2018.

Meskipun demikian, Rudi juga mengatakan polisi akan memproses kasus penganiayaan dan memberikan hukuman terhadap tersangka sebagaimana peraturan yang berlaku.

“Karena kondisi kejiwaan tersangka juga dijerat pasal 80 Undang Undang Perlindungan Perempuan dan Anak,” ungkap Rudi.

Ketika tengah di Polsek Tambaksari, tersangka penganiayaan tersebut malah berkelit membunuh anak kandungnya.

“Saya ini tidak melakukan itu, anak itu sering benturin kepala sendiri malahan. Terus saya setiap hari kalau istri saya kerja ya saya kasih botol minum anak itu malah sering lemparkan botolnya ke saya,” tutur Panji.

Tidak hanya itu, Panji juga mengungkapkan pada waktu maghrib atau malam ketika akan tidur, terdapat bisikan yang mengatakan bahwa anaknya meripakan anak grandong (hantu).

“Saya juga dengar ada bisikan dari belakang rumah dan depan rumah itu anak grandong. Ada suaranya tapi enggak ada wujudnya, ada suara motor vario, tapi saya lihat juga enggak berwujud,” ungkap Panji.

Panju juga mengatakan anaknya kerap bandel dan berisik. “Anak itu sering teriak-teriak kalau tak (saya) tinggal sebentar, tapi ya saya kasih minum sik rame ae,” kata Panji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *