Categories News

Benih Benur Loobster Senilai Rp 1,5 Miliar Disita Polres Banyuwangi

 

 

 

Punkinbooks.com – Polisi berhasil mengamankan baby loobster sebanyak 25 ribu ekor dengan omset sekitar Rp 1,5 miliar. Uniknya, umumnya benur lobster ini akan disuplai dari luar Jawa, namun dari luar Jawa kemudian dikirim lagi ke luar negeri.

Benih benur lobster yang dilindungi ini dibungkus dalam dua kardus yang setiap kardus berisi 50 plastik dengan kapasitas per kantong 250 ekor. Barang tersebut dimuat dengan truk box merek Mitsubishi Volt FE 748 nopol B 9175 PCC dari Lombok-Nusa Tenggara Barat (NTB) menuju Banyuwangi.

Sedangkan sopir truk ekspedisi yang membawa bayi lobster, Dartomo (52), warga Desa Gumayun, Kecamatan Dukuh Waru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengatakan penguakan kasus tersebut dilakukan pada Minggu (6/5/2018), sekitar pukul 17.15 WIB, lalu. Truk yang akan kembali ke Jawa Tengah dihentikan oleh petugas dan digeledah ketika akan melewati pintu keluar Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.

“Rencananya bayi lobster campuran jenis Pasir dan Mutiara tersebut akan diturunkan di dekat sebuah pom bensin di utara Pelabuhan ASDP Ketapang. Lokasi itu disebut oleh tersangka menjadi titik transaksi bongkar muat,” kata AKBP Donny, Selasa (8/5/2018).

Kapolres Donny mengatakan berdasarkan pemeriksaan sang sopir yang diketahui bernama  Dartomo mengaku tidak mengetahui identitas pemesan ikan tersebut. Dirinya hanya dijanjkan akan ditemui seseorang setelah keluar dari Pelabuhan Ketapang.

“Pemilik masih misterius. Saat kita periksa tidak mengaku kepada kami. Komunikasi dilakukan melalui telepon. Selepas keluar dari pelabuhan yang menghubungkan Selat Bali, janjinya tersangka bakal dihubungi oleh pemilik lobster. Ternyata sampai selang sehari pasca penangkapan orang yang dimaksud tak ada menghubungi,” ungkap Donny.

Benur lobster yang dibawa oleh Dartomo sempat lolos dari pemeriksaan oleh Pelabuhan Lembar, Lombok, NTB dan Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali. Bahkan saat masuk ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali dirinya juga masih aman. Namun, setelah keluar dari kapal yang ditumpanginya Dartomo mengalami apes.

“Sopir kita tahan karena mengetahui bahwa barang yang diangkut adalah bayi lobster yang dilindungi. Begitu memasuki Bali, dia bahkan sempat mengisi oksigen agar lobster tetap bertahan hidup. Sebagai imbalan, tersangka menerima ongkos Rp 1,5 juta,” imbuhnya.

Kemudian pihak Polres Banyuwangi dan Balai Karantina Ikan Ketapang melepaskan benih benur lobster ke habitat aslinya di Pantai Bangsring, Wongsorejo Banyuwangi.

“Itu mengapa benih lobster dilindungi. Perkembangannya sangat sulit dan butuh waktu. Lobster yang boleh ditangkap dan diperjualbelikan minimal memiliki bobot 200 gram dan tidak sedang bertelur,” ungkap  petugas Pengendali Hama Penyakit dari Balai Karantina Ikan Ketapang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *