Categories News

Tukang Ojek Tipu Para Pencari Kerja di Karawang

 

 

 

 

Punkinbooks.com – Polisi menangkap seorang tukang ojek berinisial AR (42) di Karawang Jawa Barat lantaran diduga melakukan penipuan. Pelaku menjanjikan pekerjaan terhadap puluhan korbannya di beberapa perusahaan dengan imbalan uang. Rupanya tawaran tersebut hanya kebohongan. Dalam jangka waktu lima bulan, dia memperoleh uang dari para korbannya sampai Rp 70 juta.

“Pelaku membuat surat perjanjian kontrak kerja palsu, surat panggilan kerja palsu, kartu, nametag hingga kunci loker palsu,” ungkap Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya di Mapolres Karawang, Rabu (25/7/2018).

Aksi penipuan pelaku terhenti pada hari Selasa (24/7/2018) kemarin. Pelaku ditangkap oleh kepolisian di kediamannya yang berada di Dusun Ciherang RT 01 RW07, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang. Polisi melakukan penggerebekan setelah menerima laporan dari 20 korbannya.

dari para korban penipuan tersebut diantaranya yakni Rois dan Yati. Keduanya ditipu mentah-mentah oleh pelaku beberapa bulan kemarin. AR menjanjikan kepada Rois dapat bekerja di PT Daiki, dan untuk syaratnya Rois harus membayarkan uang sebanyak Rp 2,5 sampai Rp 5 juta. Lantaran tak junjung memperoleh panggilan kerja, akhirnya Rois melaporkan pelaku ke polisi.

“Dia ngaku punya relasi di perusahaan. Saya sama beberapa teman, 16 orang kena tipu sama dia,” kata Rois.

Sementara Yati adalah kerabat pelaku AR, dia tega menipu kerabatnya sendiri dan menjanjikan dapat bekerja di bagian office PT Daiki. Tetapi, sampai awal bulan Juli Yati tidak juga menerima panggilan kerja. Dan merasa curiga, Yati akhirnya mendatangi AR dan meminta uangnya dikembalikan. Namun uang tersebut tidak kunjung dikembalikan, dan akhirnya melaporkannya ke polisi. “Saya dimintai uang sama dia. Kalau ditotal mencapai Rp 4,5 juta,” ungkap Yati.

Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya mengatakan jumlah korban penipuan AR sudah mencapai 20 orang. Dan kerugian totalnya mencapai Rp 69.910.000. Dia juga mengatakan pelaku akan diancam dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. “Kami masih mendalami kasus ini kemungkinan masih ada lagi korban dalam penipuan ini. Pelaku dalam menjalankan aksinya bekerja sendirian,”  tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *